Minggu, 17 Maret 2013

Universiti Malaysia Pahang Memiliki Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Baru Periode 2013/2014


Mupit Datusahlan, Gambang 17 Maret 2013, Universiti Malaysia Pahang Memiliki Ketua Persatuan Pelajar Indonesia yang Baru.

Setahun setelah habis masa jabatan kepengurusan ketua demisioner Brahma Wirapati Rossi beserta jajarannya memimpin PPI-UMP pada periode 2013/2014, pada hari ini resmi di gantikan oleh ketua PPI-UMP yang baru oleh Hanif Prasetyawan, yang dipilih secara langsung melalui voting di kongres PPI-UMP yang di gelar pada hari ini 17 Maret 2013, di Teras masjid UMP Gambang.

Pemilihan yang di lakukan secara langsung ini telah melalui mekanisme yang panjang setelah dilakukannya penjaringan bakal calon ketua yang di gelar pada rapat pengurus dan pembentukan panitia pemilihan ketua PPI-UMP periode 2013/2014 pada  Minggu  10 Maret 2013 Tempat : Mesjid UMP Gambang, Menghasilkan keputusan rapat yaitu “Merumuskan tahapan pergantian pengurus dan melakukan penjaringan bakal calon Ketua PPI-UMP Periode 2013-2014” ,

Dalam penjaringan itu terdapat lima bakal calon ketua, dan setelah itu di voting langsung melalui media group PPI-UMP hal ini di lakukan untuk memebrikan kemudahan kepada para warga PPI dan pemilik suara yang sedang tidak berada di tempat ataupun berda di luar Malaysia.

Ketatnya persaingan dalam pemilihan ini memberikan suasana yang berbeda pada pemilihan sebelumnya yang minim bakal calon, sedangkan dalam proses pemilihan ini, beberapa bakal kandidad calon ketua PPI-UMP berasal dari latar belakang pendidikan dan pengalaman yang berbeda, dari lima kandidat di isi oleh semua jenjang pendidikan dari Undergraduate, Master dan Phd.

Berikut Daftar nama Kandidat yang masuk dalam penjarin bakal ketua calon PPI-UMP 2013

1.      Hanif Prasetyawan  Master Tehnik Kimia
2.      Haris Nizom Master Komputer
3.      Brahma Wirapati Rossi Undergraduate Faculty Technology
4.      Ainul Hizriadi Master Komputer dan
5.      Sutarman M.kom Phd computer Student

Pemilihan yang di lakukan secara voting tersebut telah menggugurkan dua bakal calon ketua yang akhirnya terpilih masuk keputaran pemilihan langsung yaitu 1. Hanif Prasetyawan dengan perolehan hasil voting empat suara, disusul dengan 2. Haris Nizom memiliki Tiga suara dan ada Ainul Hizriadi dengan jumlah sura yang sama yaitu tiga suara. Sedangkan yang tidak masuk kedalam putaran pemilihan langsung dalam kongres yaitu kandidat ketua lama saudara Brahma Wirapati Rossi Undergraduate student dan Bapak sutarman M.kom Phd Student. Voting yang dilakun dengan masa tiga hari tersebut di tutup pada rabu malam tepat pada pukul 12.00 selanjutnya peserta yang lolos memiliki masa kampanye dan lobi-lobi selama dua hari terhitung sejak resmi di tutupnya voting di media group dan sampai hari jum’at kemudian diberikan waktu tenang sehari dan pada hari ini dilakukan pemilihan langsung dalam kongres PPI-UMP 2013.

Mekanisme yang telah menjadi acuan dalam pelaksanaan pemilihan beserta mekanismenya yaitu merujuk kepada amanah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi Persatuan Pelajar Indonesia - Universiti Malaysia Pahang (PPI-UMP). Beberapa point pentingnya yaitu (1). setiap Anggota PPI-UMP memiliki hak suara untuk dipilih dan memilih, (2). anggota PPI-UMP yang masih berstatus Pelajar yang belum melakukan Viva, sesuai dengan AD/ART Tahun 2012, (3).  Setiap pemilih hanya dapat memilih satu voting bakal calon Ketua PPI-UMP Periode 2013/2014, (4). Voting bakal calon Ketua PPI-UMP dilakukan mulai tanggal 10 Maret 2013 sampai tanggal 13 Maret 2013 Pukul 24:00, (5). Dari hasil  tiga besar bakal calon Ketua dari hasil voting akan dipilih secara langsung pada Kongres PPI-UMP yang dilaksanakan pada hari minggu 17 Maret 2013 (hari ini Red), pukul 11:00, di Masjid UMP Gambang.

Rangkaian kegiatan kongres tersebut selain pemilihan ketua PPI-UMP periode 2013/2014 ketua demisioner menyampaikan Laporan Pertanggung Jawabannya di depan peserta kongres yang di hadiri oleh 10 orang peserta dari 19 jumlah anggota PPI-UMP, dan LPJ diterima  seterusnya serah terima jabatan dan ramah tamah pengrus demisioner dengan pengrus PPI-UMP yang baru terpelih hari ini.

Semoga dengan bergantinya kepengurusan yang baru ini dapat terus memberikan kontribusi nyata terhadap Persatuan Pelajar Indonesia di Malaysia dan menegakkan harkat martabat bangsa dan menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalis indonesia. Tidak hanya itu seluruh warga kampus bahkan warga Indonesia yang ada di sekitar kampus tersebut.
“Teruslah berkarya, bangun negrimu perjuangkan harga dirimu maka bangsamu akan menghargaimu”( mupit datusahlan,UMP /Red).

Senin, 30 Juli 2012

Kongres Pemilihan Ketua Umum PPI Malaysia ke-14


Kongres Pemilihan Ketua Umum PPI Malaysia ke-14 
Kuala Lumpur, 29 Juli 2012. 

gambar oleh: mupit datusahlan
Perkumpulan Pelajar Indonesia di Malaysia menyelenggarakan kongres PPIM (Persatuan Pelajar Indonesia di Malaysia) yang ke-14 untuk melakukan pemillihan Ketua umum yang baru (28/07/2012). Peserta Kongres dari seluruh PPI Cabang yang terdaftar di PPI Malaysia baik cabang penuh maupun cabang persiapan. Adapun PPI Cabang yang hadir pada kongres tersebut adalah UKM, UPM, UM, UIA, APIT, HELP, MMU Cyber, KDH, UTP, USM, UUM, UNITAR, UMP, UTM, KUIS, UPSI dan 2 cabang berhalangan hadir (Inti College dan UNIMAP). Walaupun tidak hadir kedua cabang tersebut menyatakan menerima semua hasil kongres. Ketua terpilih untuk periode 2012/2013 ialah Muhamad Yunus, pelajar master teknik mesin di Universiti Teknologi Petronas. Kongres yang dihadiri oleh lebih kurang lima belas delegasi, perwakilan pelajar Indonesia dari berbagai Universitas di Malaysia kali ini berkumpul di Universiti Kebangsaan Malaysia (sebagai tuan rumah pelaksana kongres tahun ini), Bangi, Selangor. 

Zulham Effendi, Ketua Umum periode 2011/2012 yang merupakan kandidat Phd UKM (Universiti Kebangsaan Malaysia) mengaku sangat lega dengan kongres yang berjalan sukses. “Lega rasanya setelah menyebutkan laporan pertanggungjawaban yang telah diamanahkan kepada kami. Saya optimis dengan PPI Malaysia kedepannya,” ucapnya mantap. Zulham berterima kasih atas kehadiran para peserta dan peninjau, serta kerjasama yang diberikan panitia kongres. “ Yang hadir sampai selesainya acara tentu memahami hasil kongres dan memiliki komitmen untuk PPIM kedepannya.” 

Kongres dengan tema ‘PPI Untuk Indonesia’ ini dimulai pada jam 10 pagi dengan dibuka oleh sambutan Ketua Umum PPIM sendiri, Zulham Effendi, yang merangkap jabatan Koordinator PPI seluruh dunia. Setelahnya juga ada sambutan oleh Tuan Rumah Kongres, kemudian dilanjutkan oleh kata sambutan sekaligus peresmian kongres oleh Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur, Prof. Rusdi. 

Setelah memilih tiga orang sebagai presidium sidang, kongres yang dengan lima sidang pleno ini membahas laporan pertanggungjawaban pengurus PPI Malaysia periode 2011-2012. Juga Angaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) yang memunculkan berbagai diskusi dan perdebatan kecil di kalangan peserta dan peninjau masing-masing delegasi dalam memutuskan beberapa perubahan dan penetapan. 

Di antara masalah itu ialah sumber anggaran PPI Malaysia yang sangat terbatas, sehingga untuk kedepannya kemandirian secara finansial dan pemenuhan dana dalam organisasi amat diharapkan. Seluruh pelajar diharapkan dapat berkontribusi dan menyumbang bantuan kepada permasalahan Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia yang memiliki permasalahan atau kekurangan bantuan. 

Terbukti telah banyak berbagai LSM yang terlaksana di lapangan baik oleh para pelajar sendiri maupun warga Indonesia bukan pelajar membuat berbagai kegiatan sukarela, seperti salah satunya pelaksanaan pelatihan bahasa Inggris dan komputer untuk para TKI yang bertempat di Es Teler 77, Pasar Seni. Masalah komunikasi dalam berkoordinasi antar PPIM dengan PPI cabang diharapkan dapat lebih baik dengan adanya pemanfaatan media sosial yang telah tersedia pada saat ini. 

Pada pertengahan diskusi disepakati adanya penambahan dua bidang untuk kepemimpinan PPI Malaysia periode selanjutnya. Telah sejak awal kongres ini berjalan secara kondisional dan tidak terikat dengan waktu, dengan mekanisme yang berjalan dengan dinamis serta para perwakilan masing-masing delegasi yang bekerjasama dengan baik pada proses berlangsungnya acara. Kongrespun berjalan lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan sejak awal, sehingga petang itu juga proses pemilihan dan pemindahan jabatan Ketua dilaksanakan. 

Muhamad Yunus yang menjabat sebagai Ketua Umum PPI Malaysia yang baru sebagai calon tunggal telah dipilih secara aklamasi sesuai dengan peraturan dan tata tertib yang telah disebutkan sebelum terlaksananya sidang pemilihan. Yunus menyatakan sikap optimis untuk PPIM kedepannya. “Bagaimanapun saya tetap akan membutuhkan bantuan dan kerjasama dari anggota pengurus lainya serta senior yang telah berpengalaman nantinya,” ungkapnya dengan rasa syukur.

Kongres PPI Malaysia ke-14


PPI UMP (Persatuan Pelajar Indonesia Universiti Malaysia Pahang) yang sebelumnya mendapat undangan sebagai salah satu peserta kongres PPI Malaysia bergegas menuju UKM (Universiti Kebangsaan Malaysia) di Bangi sebagai Tuan rumah kegiatan kongres PPIM (persatuan Pelajar Indonesia Malaysia) ke 14 pada 28-29 july 2012, berangkat pada pukul 6.30 dan tiba di lokasi acara pada pukul 9.30.
Kongres PPIM (persatuan Pejar Indonesia Malaysia) ke-14 yang di hadiri oleh 15 (lima Belas) cabang dari 25 cabang PPI Malaysia yang ada. Dari masing-masing cabang mengirimkan 2 orang peserta peninjau dan 2 orang peserta penuh dalam kongres tersebut, menjadikan kongres PPIM ke 14 di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) bangi erat dengan ajang silaturahmi dan perkenalan atar pelajar indonesia di Malaysia.
Delegasia PPI UMP yang berjumlah 2 orang yakni Mupit Datusahlan dan Irma Nurfitri yang di percaya memabwa mandat dari ketua PPI UMP yang tidak dapat hadir dalam kegiatan tersebut. Sesampainya disana langsung melakukan regestrasi dan mengikuti kegiatan kongres tersebut hingga acara selesai.
Sambutan panitia yang disampaikan oleh Dr. Zulham yamamutu menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai kegiatan yang sangat penting dan menjadi sejarah untuk UKM (Universiti Kebangsaan Malaysia) karna mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan kongres PPIM (persatuan Pelajar Indonesia Malaysia) yang ke 14 di kampus Bangi. Dr. Zulham effendi sebagai ketua PPIM dan PPI Dunia menyapaikan sambutannya kepada peserta kongres dan kepada KBRI Indonesia di Malaysia yang selama ini telah men-suport dalam kegiatan-kegiatan PPIM (Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia). berbagai manuver pencapaian dan hambatan yang di alami selama memimpin PPIM juga disampaikannya secara detail dan mendapat apresiasi yang begitu meriah dari peserta kongres dan KBRI yang di hadiri oleh bapak Prof. Dr Zulkifli, P.hd sebagai Atase Pendidikan di Malaysia untuk Indonesia.
Prof zulkifli dalam kesempatannya ketika memberikan kata sambutan beliau menyampaikan  informasi bahwa “perubahan yang di lakukan oleh perguruan tinggi di Malaysia dari naiknya tution fee, biaya hostel dan minimnya grand research yang di berikan kepada student”, menjadi alasan dan problem tersendiri yang mengakibatkan berkurangnya jumlah mahasiswa Indonesia yang ada di Malaysia. saat ini, di perkirakan student Indonesia di Malaysia berjumlah sekitar 14 ribu yang tersebar seluruh perguruan tinggi negri dan swasta di Malaysia. Bliau juga memberikan arahan agar dalam pelaksanaan kongres nantinya berjalan dalam suasana semangat kekeluargaan kebersamaan dan harus mengacu kepada “Agaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART)” PPIM serta berjalan dengan demokratis.
Atase pendidikan yang saat ini dipimpinya sebagai bagian dari tugas beliau untuk terus mendukung dan mensuport para pelajar Indonesia di Malaysia sangat berharap agar nantinya para pelajar lahir menjadi pemimpin bangsa yang handal dan memiliki kredibelitas dan tanggung jawab yang tinggi serta segera kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studynya di Malaysia.
Beliau juga menyampaikan dari 2.6 (dua koma enam) juta rakyat Indonesia di Malaysia terdapat sekitar 5000 (lima ribu) lebih anak Indonesia yang berada di tengah-tengah lading sawit yang sampai saat ini belum terjangkau pendidikan. Dalam sambutanya tersebut beliau berharap bahwa PPI-Malaysia sebagai kaum intelektual dapat bersama-sama Atase Pendidikan KBRI memberikan pendidikan dalam program-program yang di lahirkan oleh kepengurusan yang baru. Beliau juga menambahkan agar seluruh PPI cabang  di Malaysia dapat menjalankan program yang akan di support secara penuh oleh KBRI Malaysia yakni program “pelatihan bahasa Indonesia untuk student asing di Malaysia dan Pelatihan seni dan kebudayaan Indonesia”. Beliau berkeinginan nantinya pada tahun 2013 sudah dapat dilaksanakan lomba debat bahasa Indonesia untuk student asing di Malaysia.
Prof rusli memberikan motivasi kepada seluruh peserta dan memberikan pesan agar persatuan yang sudah terbina agar lebih ditingkatkan dan terus memebrikan yang terbaik buat bangsa Indonesia, karna kata beliau “student” bukan lagi menjadi diri sendiri, ataupun sebagai wakil dari kampung tempat tinggalnya, daerahnya dan provinsinya, tetapi ketika berada di luar negeri Pelajar menjadi duta bangsa Indonesia di luar negri. Lanjutnya, pelajar Indonesia kiranya dapat menjaga nama baik pribadi dan bangsa Indonesia, ketika menutup kata sambutanya. dan Setelah itu di lanjutkan dengan sesi foto bersama.

Oleh: Mupit Datusahlan

Selasa, 24 Juli 2012

Puasa di Negri Jiran Malaysia



BERBEDA, satu kata yang sangat tepat untuk mengekspresikan sekaligus mengungkapkan pengalaman Ramadhan yang harus saya rasakan untuk pertama kalinya di negeri jiran Malaysia tahun 2012 ini.
Tanggungjawab sebagai mahasiswa pada program magister (S2) di Universitas Malaysia Pahang (UMP) membuat saya harus melewati hari-hari puasa jauh dari sanak keluarga. Mimpi menjadi orang yang berguna bagi bangsa mengalahkan egoisme pribadi untuk bisa selalu dekat dengan keluarga di setiap Ramadhan.
Pengalaman berpuasa seorang sendiri bukanlah pertama kali kurasakan. Sejak 2006, hal ini sudah biasa ku lewati. Tapi kali ini benar-benar beda. Budaya Malaysia berbeda dengan Indonesia. Boleh kita satu rumpun melayu, bahkan agama kita pun sama, yakni Islam. Faktanya budaya dalam melaksanakan puasa memang kurasa sangat jauh berbeda.
Tak perlu membandingkan Malaysia dengan Indoensia, masing-masing daerah di Indonesia saja memiliki keanekaragaman budaya yang berbeda dalam menyambut kehariran bulan penuh berkah ini.
Hingar bingar nuansa Ramadhan yang biasa kita dengar melalui media massa baik televisi, radio, maupun surat kabar, kini kurang kurasakan. Bahkan aku pun harus merasakan tinggal di lingkungan yang kurang dalam hal menunjukkan aura Ramadhan, berbeda seperti kurasakan di Samarinda yang setiap menitnya penuh dengan puji-pujian terhadap kehadiran bulan Ramadhan.
Ya, puasa kali ini adalah pengalaman pertama di Negara berjuluk Harimau Malaya ini. Harus merasakan jauh dari berbagai kebiasaan keluarga. Bahkan jauh dari sahabat karib yang jerap usil saat membangunkan sahur.

Berbagai aktivitas dan rutinitas pendidikan di kampus tetap menjadi hal yang wajib dilakukan dan tak boleh ditinggalkan, meskipun saat ini adalah waktunya libur  bagi mahasiswa di Malaysia. Berkejar-kejaran dengan batas waktu maksimal pendidikan selama 6 semester atau 3 tahun, membuat hari-hari di bulan puasa ini sedikit memiliki nuansa berbeda.
Belum lagi kondisi Pahang yang bukan merupakan kota besar di Malaysia. Jauh dari hingar bingar Kuala Lumpur. Menyebabkan minimnya variasi menu berbuka maupun sahur yang diperdagangkan para penjual makanan.
Jauh berbeda dengan kondisi di Indonesia. Ramadhan benar-benar menjadi bulan penuh berkah bagi pedagang makanan dan minuman. berbagai menu tradisional hingga moederen tersedia dengan berbagai variasi. Bahkan sudah menjadi rahasia umum bagi para pemburu kuliner Ramadhan, keberadaan pasar Ramadhan pada jam-jam tertentu ternyata memberikan harga yang sangat murah.
(Oleh: mupit Datusahlan)

Terus lah Bermimpi


TENTU kita tidak asing dengan novel Sang Pemimpi, karya Andrea Hirata. Novel kedua dari tetralogi Laskar Pelangi yang diterbitkan pada medio Juli 2006. Novel ini secara tak langsung telah memengaruhi pola pikir masyarakat Indonesia, terutama percaya akan kekuatan mimpi.
Novel best seller yang juga telah di buatkan sekuel film-nya ini menggambarkan sosok pemimpi bernama Ikal dan Arai, anak kampung di wilayah terpencil bernama Belitong. Dengan mimpi lah mereka memulai hidup, dengan mimpi itu pula lah mereka mampu melanjutkan pendidikan hingga ke Eropa. Meraih cita-cita yang hampir mustahil didapatkan warga kurang mampu.
Tidur tanpa mimpi, bagai sayur tanpa garam, hambar rasanya. Begitu pula hidup, jika tidak berani bermimpi, maka hidup akan terasa datar, tanpa tantangan. Tidak akan ada yang melarang seorang menjadi pemimpi. Tetapi apakah hanya cukup dengan menjadi pemimpi?
Ikal dan Arai, dua tokoh dalam novel Sang Pemimpi ini sangat tepat untuk menggambarkan sosok Mupit Datusahlan. Anak kampung dari sebuah desa transmigrasi bernama Kampung Labanan Makmur, di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Keluarganya tergolong kurang mampu, membuat kata ‘mimpi’ menjadi hal lumrah baginya.
‘Jangan pernah berhenti bermimpi untuk meraih cita-cita yang kita inginkan’, menjadi motto yang terus dipegangnya hingga kini. Tak hanya bermimpi, ia buktikan hal tersebut dengan kerja keras. Sebagai pelajar, cara yang ia rasa paling tepat, yakni terus belajar dan menimba ilmu.
Agustus 2006, menjadi awal dari langkah Mupit untuk meraih cita-citanya. Memberanikan diri keluar dari kampung halaman untuk menimba ilmu yang lebih tinggi dalam upaya meraih cita-cita, ia pilih sebagai jalan hidup.
Diiringi tangis kedua orangtua dan saudara, Mupit meyakinkan bahwa ia akan baik-baik saja selama di Samarinda untuk menggapai cita-citanya. Jurusan Biologi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Mulawarman menjadi tujuannya.
Pembuktian bahwa ia baik-baik saja diwujudkannya dengan meraih gelar sarjana tahun 2011. Tapi itu belum cukup untuk membuatnya kembali ke kampung halaman. Ia merasa gelar Sarjana Science itu belum membuktikan bahwa ia patut dibanggakan kedua orangtuanya.
Meski belum menerima ijazah dan menunggu wisuda, Mupit mencoba keberuntungan dengan mencari pekerjaan yang dirasa sesuai bakatnya. Berbekal ilmu dan kecakapan yang dimilikinya, Pekerjaan itu tak sulit diperolehnya. Satu posisi pada perusahaan swasta di bidang konsultan lingkungan segera ia dapat.
Meski telah mendapat pekerjaan, ternyata hal itu belum membuat sosok lelaki ini bangga. Mupit masih memiliki banyak mimpi di usianya yang relatif muda. Tak lama, ia memutuskan untuk mengikuti pembukaan Beasiswa Kaltim Cemerlang yang digelontorkan Pemprov Kaltim. Targetnya, kuliah pada program magister di Malaysia.
Mimpinya tidak terlalu muluk-muluk. Ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi di luar negeri. Karena itu, semua peluang yang ada akan diikutinya. Berbagai tes diikutinya, dari tes potensi akademik, psikotes, kemampuan Bahasa Inggris, hingga wawancara.
Berani ‘mimpi’ itu bukan hanya sekadar slogan baginya. Mimpi itu dibuktikan dengan belajar keras dan cerdas. Beasiswa Kaltim Cemerlang telah diperolehnya. Kini ia telah 11 bulan mengikuti pendidikan program magister di Universiti Malaysia Pahang.
“Mimpi itu belum berakhir kawan,” ucapnya. Mengisyaratkan jika dirinya masih akan terus berjuang hingga titel Master of Science diperolehnya. Tapi Mupit boleh berbangga, sebab dengan berani bermimpi itulah ia kini dapat merasakan pendidikan di luar negeri.
“Tak mudah menggapai mimpi itu,” tambah Mupit. Banyak ujian yang harus ia lewati. Seleksi ketat dan harus bersaing dengan ribuan orang untuk mendapatkan Beasiswa Kaltim Cemerlang membuatnya harus mempersiapkan diri secara matang. “Saya terus mencoba dan melakukan yang saya bisa. Memang terkadang rasa minder itu datang karena banyak saingan,” bebernya.
PEMBUKTIAN KEILMUAN
Dengan background keilmuan yang dimilikinya, Mupit ingin menunjukkan bahwa dirinya eksis. Tak hanya di Indonesia, di Malaysia pun ia berusaha agar ilmu yang dimilikinya dapat bermanfaat dan dapat diterapkan.
Program 1 River 1 Malaysia yang digelontorkan kerajaan Malaysia, kini telah menjadi garapannya. Mupit menjadi bagian dari tim yang menangani sungai di kawasan Negara Bagian Pahang, Malaysia.
“Hasil akhir dari program ini adalah menjadikan sungai-sungai di negara bagian Pahang, Malaysia, menjadi kelas 1 sampai 2, dari kelas awal sungai yang rata-rata termasuk kelas 3, 4, dan 5,” ungkapnya.
Target akhirnya, yakni mendesain dan mewujudkan sungai di Pahang menjadi sungai yang bersih dan memberikan banyak manfaat. Apalagi masyarakat Malaysia diakuinya memiliki kepedulian yang cukup besar dalam ketersediaan air bersih dan tata kelola lingkungan.
Mupit mengaku cukup sedih jika membandingkan kondisi tersebut dengan fakta yang terjadi di Indonesia secara umum, termasuk Kaltim. Ia melihat banyak sungai yang telah tercemar oleh berbagai aktifitas industri hingga masyarakat.
Tapi Mupit mengaku tidak akan menyerah dengan kondisi yang terjadi di Kaltim. Ia kini bermimpi segera menyelesaikan pendidikannya di Malaysia dan kembali ke Kaltim untuk turut berkontribusi dalam melakukan perubahan.


(oleh: Mupit & ACT)

Senin, 09 Juli 2012


Jembatan Galing River in The Malaysia


Motoris From Borneo In River Balok

Take Water Sampling In Malaysia

Eating With Prof Rofilde Hasidungan in the Parede in the kuantan

Kondangan In Batu 8, Pahang

Senja Dibatas Taman Kota

Sore indah di Sungai Kuantan

Makam Raja-raja Pahang

Meratapi masa kecilku dulu tiada mainan seperti ini


Kamis, 17 Mei 2012


1.000 Pohon Ditanam di Perbatasan Indonesia-Malaysia
1.000 Pohon Ditanam di Perbatasan Indonesia-Malaysia
Nunukan  (ANTARA News Kaltim) - Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012 menanam 1.000 pohon di perbatasan Indonesia-Malaysia tepatnya di Panamas Kelurahan Mansapa Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur.

"Pohon yang ditanam itu, terdiri dari jeruk manis antipenyakit yang dibudidayakan oleh Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Nunukan," kata Kepala Dispertanak Kabupaten Nunukan, Yopie W Wowor, di Nunukan, Rabu. 

Menurut dia, pohon jeruk itu akan dibagikan kepada kelompok-kelompok tani yang berminat untuk membudidayakannya. 

Wakil Komandan (Wadan) Sub Koordinator Wilayah (Koorwil) 5 Kabupaten Nunukan, Mayor Inf Achiruddin, mengatakan, tujuan penanaman pohon ini bisa menghijaukan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan. 

Dan kegiatan ini merupakan salah satu program dari tim ekspedisi khatulistiwa 2012 pada bidang komunikasi sosial (komsos). 

"Penanaman pohon ini merupakan salah satu program tim ekspedisi untuk menghijaukan wilayah perbatasan," katanya.

Tujuan kedua yang hendak dicapai melalui penanaman pohon ini adalah tim ekspedisi berupaya membantu masyarakat perbatasan agar kesejahteraan hidupnya menjadi lebih baik. 

Makanya, pohon yang ditanam pada kegiatan penghijauan ini adalah jeruk. Karena jeruk memiliki nilai ekonomi, sehingga dapat memperbaiki penghidupan masyarakat Kabupaten Nunukan. 

Menurut Achiruddin, selain tanaman budidaya, jeruk juga dapat dija dikan sebagai pohon penghijauan. Secara ekonomis, tentunya membantu para petani khususnya yang tergabung melalui kelompok-kelompok tani. 

Setelah penanaman pohon jeruk ini, diharapkan dapat dijaga dan dipelihara dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat petani. Apabila setelah ditanam tidak dipelihara, tentunya akan mubazir saja, ujar Perwira Penerangan dan Sejarah Tim Eksepdisi Khatulistiwa 2012, Kapten Marinir Mardiono, di lokasi penanaman ohon di Kelurahan Mansapa Kecamatan Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan, Rabu.